Selasa, 26 Oktober 2021
Link : http://journal.unilak.ac.id/index.php/dz/article/view/3134/1852
Masalah : Pencegahan penyakit yang dianggap memiliki dampak yang luas bagi masyarakat. Salah satu penyakit tersebut yaitu penyakit malaria. Penyakit malaria sendiri merupakan penyakit yang terjadi pada perubahan iklim tropis seperti di Indoensia. Kejadian penyakit ini akan menjadi bencana yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Penyebab terjadinya penyakit malaria tidak terlepas dari aktivitas yang dilakukan masyarakat itu sendiri, seperti banyaknya tempat atau lokasi yang tidak terawat/terkontrol sehingga dapat menimbulkan perkembangbiakan nyamuk sumber malaria itu sendiri.
Tujuan Penelitian : Untuk menghasilkan informasi atau data yang akurat maka dapat dilakukan dengan cara penyediaan sistem informasi yang dapat memberikan informasi yang valid tentang keadaan penderita malaria itu sendiri. Data yang valid atau akurat menjadi sangan penting karena dalam melakukan penanggulangan penyakit malaria membutuhkan informasi sampai pada lokasi kejadian agar tindakan yang perlu untuk dilakukan dapat diberikan oleh pemerintah.
Metode Penelitian : Metode peneltian yang pakai untuk menguraikan penelitian yaitu menggunakan metode deskriptif.
Kesimpulan : Sesuai dengan uraian yang telah dikemukakan berkaitan dengan sistem informasi geografis penderita malaria, dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu: (1) sistem informasi geografis penderita malaria yang dihasilkan dibuat secara tersetuktur menggunakan metode pengembangan waterfall.
(2) sistem informasi yang dihasilkan dapat menampilkan informasi sebarang penderita malaria sehingga dapat dijadikan sebagai penyedia data penderita malaria.
(3) sistem informasi geografis pendertita malaria juga dapat berfungsi dengan baik sesuai hasil pengujian yang menyatakan semua komponen berfungsi secara normal
ANALISIS TIPOLOGI URBAN SPRAWL DI KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Link : https://core.ac.uk/download/pdf/211980557.pdf
Masalah : Urban sprawl menyebabkan pesatnya pertumbuhan penggunaan lahan perkotaan yang dicirikan oleh lahan terbangun, sehingga alih fungsi lahan menuju wilayah pinggiran kota menjadi tidak terkendali. Salah satu wilayah perkotaan yang memiliki laju alih fungsi lahan tertinggi di Indonesia adalah Kota Bandung.
Tujuan Penelitian : bertujuan untuk mengetahui tipologi urban sprawl di Kota Bandung yang meliputi analisis identifikasi, karakteristik, serta klasifikasi fenomena tersebut. Klasifikasi tingkat urban sprawl akan menunjukkan tipologi sprawl yang terbagi atas tipologi satu (rendah), tipologi dua (sedang), dan tipologi tiga (tinggi) sebagai hasil pengharkatan dan overlay semua parameter menggunakan perangkat lunak SIG.
Metode Penelitian : Dalam penelitian ini, analisis penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) dilakukan menggunakan perangkat lunak Erdas ER Mapper, QGIS Las Palmas, dan Google Earth Pro
Kesimpulan : Peningkatan urban sprawl di Kota Bandung dari tahun 2005 hingga 2018 mencapai 115,38 persen, gejala penurunan jumlah hanya terjadi pada wilayah tipologi 1 mencapai -14,29 persen yang disebabkan oleh adanya perubahan beberapa wilayah tipologi ini ke tingkat tipologi urban sprawl yang lebih tinggi seperti dialami oleh Kecamatan Bandung Wetan dan Kecamatan Bojongloa Kidul. Secara umum, lonjakan urban sprawl meningkat pesat dan memusat di bagian timur Kota Bandung baik dari segi jumlah maupun tipologinya. Peningkatan ini menandakan perkembangan Kota Bandung terus berlangsung hingga ke wilayah sub-urban di sekitarnya. Oleh sebab itu, guna menanggulangi berbagai dampak negatif akibat urban sprawl di Kota Bandung, kegiatan pengawasan terhadap perkembangan kota seperti penerapan konsep compact city, analisis laju alih fungsi lahan, dan pengetatan izin mendirikan bangunan perlu direalisasikan secara bijak.